“Tantangan lainnya adalah faktor geografis. Tim juri harus turun langsung ke lokasi yang cukup jauh, termasuk hingga ke pelosok wilayah—sebagai contoh Ciamis—untuk memastikan keabsahan serta keberlanjutan program yang dijalankan para peserta,” jelasnya.
Lebih lanjut, Satori menilai keterlibatannya sebagai dewan juri memberikan dampak positif bagi institusi Unisba, khususnya dalam membangun eksistensi dan citra perguruan tinggi di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan masyarakat luas.
“Ini menunjukkan bahwa Unisba memiliki pakar yang diakui kontribusinya secara formal. Bahkan, salah satu pemenang juara pertama kategori pegiat lingkungan berasal dari pelosok Ciamis dan merupakan binaan LPPM Unisba. Hal ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan Unisba memberikan hasil nyata,” tambahnya.
Terkait penyelenggaraan ke depan, ia merekomendasikan agar sosialisasi KDM Awards dilakukan lebih masif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas, mengingat banyak di antara mereka yang aktif sebagai pegiat lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi dalam penyusunan konten dan kriteria penilaian agar proses seleksi lebih objektif dan berkualitas.