Ia menekankan bahwa pendekatan keamanan saja tidak cukup. “Pencegahannya tidak cukup hanya melalui pendekatan keamanan tetapi juga harus melalui pendidikan, pembentukan moral atau akhlak, serta penguatan ketahanan ideologis. Pendidikan menjadi penting karena tidak hanya menyampaikan pengetahuan tetapi juga membentuk cara berpikir kritis, sikap toleran, serta kemampuan mahasiswa menolak narasi kekerasan dan ideologi ekstrem,” tambahnya.
Lebih lanjut, Imam menilai kegiatan ini memberikan dampak strategis bagi Unisba. “Kegiatan seperti ini sangat relevan karena dapat memperkuat peran universitas sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan cerdas secara akademik tetapi juga matang secara moral dan akhlak,” ujarnya.
Ia juga menyoroti posisi Unisba dalam penguatan nilai keislaman dan kebangsaan. “Unisba memiliki posisi penting dalam menanamkan cara beragama yang baik dan benar, khususnya dengan adanya pesantren mahasiswa serta penguatan nilai-nilai kebangsaan. Terlebih dengan konsep 3M yang menjadi ruh Unisba,” jelasnya.