Selain itu, materi yang disampaikan dinilai dapat berkontribusi dalam membangun lingkungan akademik yang tangguh terhadap paham intoleransi dan radikalisme. “Ini dapat menjadi kontribusi bagi Unisba dalam membangun lingkungan akademik yang resilien terhadap intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme, baik melalui penguatan kurikulum, diskusi ilmiah, pembinaan karakter, maupun pengembangan literasi kritis mahasiswa,” tutupnya.
Imam juga memberikan pesan kepada sivitas akademika, khususnya yang pernah menempuh studi di luar negeri, untuk menjaga jejaring internasional. Bagi akademisi yang belum memiliki koneksi internasional, ia menilai hal tersebut bukan menjadi hambatan, melainkan tantangan untuk terus mencari peluang, seperti melalui riset kolaborasi dan program hibah internasional yang saat ini semakin banyak didorong.(askur/png)***