Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Unisba, Dr. Asep Hariyanto, ST.,M.Si menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPMDes, Pemerintah Kecamatan Cipatat, serta kelima Kepala Desa yang telah bersedia menjadi mitra dalam studi ini. Kerjasama ini dipandang sebagai manifestasi dari program “Kampus Berdampak”, di mana universitas tidak lagi sekadar berteori belaka, melainkan agen perubahan yang terjun membantu masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan komitmen global dalam Sustainable Development Goals (SDGs) ke-17, yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan, yang dalam konteks ini adalah kemandirian dan kemajuan desa yang terencana secara baik.
Menutup rangkaian pembukaan, diharapkan hasil dari KKL Studio Desa ini dapat menjadi rujukan formal bagi pemerintah desa dalam mengajukan usulan pembangunan ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan data yang akurat dan perencanaan yang matang, setiap desa diharapkan mampu bertransformasi menjadi kawasan yang mandiri secara ekonomi dan tertata secara ruang. Semangat kolaboratif antara PWK Unisba dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat ini diharapkan terus berlanjut, menciptakan pola pembangunan daerah yang berbasis pada data, partisipasi, dan keberlanjutan demi kesejahteraan seluruh masyarakat Cipatat.(askur/png)***