Sesi Focus Group Discussion turut menghadirkan pakar dan praktisi profesional, seperti Dr. Hery Subowo, S.E., MPM., CIA, CA, CSFA, CPA, CEFE, CFrA, Ak., IIAP, CGAE, CHFI, ACPA, ERMCP, GCRA, GRCP selaku Staf Ahli BPK Bidang Manajemen Risiko, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat 1 Kurniawan Nizar , dan Ketua Korda IAPI Jawa Barat Tedy, S.E., Ak., M.M., BKP., CA., CFI., CPA.
Selain itu, sejumlah alumni juga turut memberikan masukan berharga terkait kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Mereka adalah Muhammad Jefriendy Ilhamsyah (Auditor Ahli Pertama Inspektorat BNPT RI), Muhammad Raihan Nur (Audit Senior Associate Deloitte), Muhammad Naufal Pratama (Assistant Manager KPMG Siddharta Advisory), dan Dewi Intan (Executive Business Officer PT Bank Syariah Indonesia Tbk).
Melalui pelaksanaan FGD ini, Program Studi Akuntansi FEB Unisba menegaskan komitmennya dalam menyusun kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global, dengan memperkuat kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan mitra industri. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kesiapan dan kepekaan terhadap dinamika dunia industri berbasis teknologi informasi.(askur/png)