Elizabeth menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara negara membangun pengaruh dan menjalankan diplomasi. Komunikasi internasional, menurutnya, kini tidak hanya berkaitan dengan penyebaran informasi tetapi juga dengan pembentukan narasi, pengelolaan persepsi publik, serta pemanfaatan teknologi sebagai instrumen kekuatan.
Ia juga menyoroti semakin pentingnya tech diplomacy atau diplomasi teknologi dalam hubungan internasional. Penguasaan platform digital, tata kelola data, kecerdasan buatan (AI), hingga regulasi teknologi menjadi bagian dari persaingan global. Negara saat ini tidak hanya bersaing melalui kekuatan militer dan ekonomi tetapi juga melalui kemampuan mengelola teknologi dan informasi.
“Komunikasi global bukan hanya tentang apa yang disampaikan tetapi juga tentang apa yang dipercaya, apa yang dilihat, dan siapa yang mengendalikan platformnya. Di balik setiap platform digital terdapat kepentingan, pengaruh, dan kekuatan yang perlu dipahami,” ujarnya.


