“Gelar dokter yang saudara sandang bukan sekadar simbol akademik, melainkan amanah moral, profesional, dan spiritual. Ilmu yang dimiliki akan langsung bersentuhan dengan kehidupan manusia maka jadikan profesi dokter sebagai jalan pengabdian, bukan sekadar pekerjaan,” tutur rektor.
Ia juga menekankan jati diri lulusan Unisba sebagai dokter yang tidak hanya kompeten secara keilmuan tetapi juga kokoh secara akhlak dan nilai keislaman. “Sebagai lulusan FK Unisba, saudara dituntut menjadi dokter yang humanis, berintegritas, dan berempati, serta senantiasa menjaga nama baik almamater di mana pun mengabdi,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Dekan FK Unisba Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., M.M., menegaskan bahwa sumpah dokter merupakan ikrar moral, etika, dan spiritual yang akan melekat sepanjang perjalanan profesi.
“Sumpah dokter bukan sekadar seremoni akademik tetapi ikatan tanggung jawab kemanusiaan dan amanah ilahiah. Profesi dokter di FK Unisba kami tempatkan sebagai jalan pengabdian dan ibadah,” ujarnya.