Allah mengingatkan dalam QS. Az-Zalzalah ayat 7–8 bahwa siapa pun yang mengerjakan kebaikan atau keburukan seberat zarah akan melihat balasannya.
Pada akhirnya, kecerdasan tertinggi bukan hanya kemampuan memenangkan persaingan dunia, tetapi kemampuan menjalani kehidupan dunia tanpa kehilangan orientasi akhirat.
Orang seperti inilah yang pantas disebut genius sejati. Ia tidak hanya berpikir tentang bagaimana hidup sukses, tetapi juga bagaimana mempertanggungjawabkan kesuksesannya di hadapan Allah.
Sebab, keberhasilan dunia belum tentu menjadi keberhasilan akhirat. Tetapi orang yang mampu menyelaraskan keduanya sedang membangun kesuksesan yang sesungguhnya.



