PAGI di TPS (Tempat Pembuangan Sampah) Berbudaya Arcamanik tak lagi dipenuhi kepulan asap seperti yang sering dibayangkan orang tentang tempat pembakaran sampah. Di tengah suara mesin dan panas yang menyengat, Arya Widya berdiri sigap di dekat reaktor plasma dingin, salah satu dari tiga kegiatan dalam program Halal Ecosystem with Carbon Credit Campus Initiative, sebuah inisiatif zero waste berbasis kredit karbon yang digagas dosen Universitas Islam Bandung (Unisba). Teknologi ini kini menjadi harapan baru dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung.
Sejak Desember lalu, Arya menjadi salah satu operator yang dipercaya mengoperasikan sekaligus merawat mesin tersebut. Lulusan SMK di Cimahi ini mengaku tak asing dengan dunia mesin tapi reaktor plasma dingin tetap memberi pengalaman berbeda.
“Saya baru pegang mesin plasma seperti ini, kalau yang lain mah sudah biasa. Tapi alhamdulillah karena ada dasar elektrikal dan maintenance, jadi bisa mengikuti,” ujar lelaki berusia 18 tahun itu.