Capaian ini bukan sekadar penghargaan kelembagaan, melainkan pengakuan atas konsistensi, kreativitas, dan keberanian untuk terus menghidupkan api literasi di tengah masyarakat.
Prestasi tersebut tidak lahir dari ruang kosong. Ada kerja kolaboratif yang dibangun secara sentral oleh GPMB Pusat di bawah kepemimpinan Bachtiar Adnan Kusuma, yang begitu gesit menggerakkan program pembudayaan membaca dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Semangat itu menemukan relevansinya di Kabupaten Maros melalui dukungan Bupati Maros, Chaidir Syam, yang menjadi bagian penting dalam mendorong tumbuhnya ekosistem literasi. Sebab, membangun peradaban membaca tidak mungkin dikerjakan oleh satu kelompok saja. Ia membutuhkan keberpihakan, kolaborasi, dan kesadaran bersama bahwa masa depan daerah juga ditentukan oleh seberapa jauh masyarakatnya mencintai pengetahuan.



