Pada akhirnya, GPMB Maros ingin membuktikan bahwa literasi bukan sekadar urusan buku dan perpustakaan, melainkan tentang membangun manusia yang berpikir, masyarakat yang kritis, dan generasi yang tidak mudah ditaklukkan oleh ketertinggalan pengetahuan.
Dua kali menjadi yang terbaik adalah kebanggaan, tetapi menjaga api gerakan agar tidak pernah padam adalah tanggung jawab yang jauh lebih besar. Sebab, penghargaan mungkin berhenti di atas panggung, tetapi perjuangan literasi harus terus hidup di tengah masyarakat.



