Wakil Sekretaris GPMB Maros, Ahmad Takbir Abadi, menyampaikan bahwa selama dua tahun terakhir, GPMB Maros tidak pernah berhenti mencari cara untuk menghadirkan gerakan literasi yang kreatif dan berdampak. Berbagai kendala tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti, justru menjadi tantangan untuk menemukan pendekatan baru. Baginya, literasi bukan pekerjaan seremonial yang cukup dirayakan melalui kegiatan membaca sesekali, melainkan gerakan panjang yang harus dirawat, diperluas, dan didekatkan kepada kehidupan masyarakat. Ada keyakinan bahwa setiap buku yang dibuka, setiap pengetahuan yang dibagikan, dan setiap anak yang tumbuh dengan kebiasaan membaca adalah bagian dari investasi besar bagi masa depan Maros.
Takbir juga menegaskan bahwa penghargaan yang diraih dua kali berturut-turut tidak boleh menjadikan GPMB Maros jumawa. Prestasi, katanya, bukan alasan untuk berpuas diri, apalagi menganggap perjuangan telah selesai. Justru penghargaan tersebut harus menjadi bahan bakar untuk melangkah lebih jauh. Sebab, ukuran keberhasilan gerakan literasi bukan semata-mata berapa banyak trofi yang berhasil dibawa pulang, melainkan seberapa besar perubahan yang mampu dihadirkan dalam kebiasaan membaca masyarakat.



