“Tidak hanya soal gizi, masalah stunting juga harus diatasi dengan pemberdayaan perempuan, pencegahan pernikahan dini dan sebagainya,” katanya.
Keempat, soal inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya pengaruh globalisasi dan arus barang yang tidak lancar sebagai faktor utama yang mempengaruhi inflasi di Jawa Barat. Kenaikan harga kebutuhan pokok akibat dari gangguan distribusi turut menyumbang pada tingkat inflasi di provinsi Jabar.
Pihaknya menekankan pentingnya penataan mata rantai ekonomi yang lebih baik untuk mengatasi masalah ini, dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada serta bagaimana implementasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jabar Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pusat Distribusi Provinsi atau PDP, pemberdayaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta memangkas biaya logistik dan sebagainya.
“Kita berharap dengan adanya konektivitas infrastruktur yang baik, seperti biaya transportasi yang murah dan cepat dapat membantu mereduksi tingkat inflasi di Jawa Barat. Dengan demikian, harga barang bisa tetap terjangkau bagi masyarakat,” tegasnya