Peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pengolahan mulai dari pemilihan bahan, sortasi, pencucian, pemotongan, proses pengeringan, penyimpanan, hingga prinsip dasar pengemasan. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan, konsistensi proses, serta mutu bahan agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik.
Pendekatan pelatihan dilakukan secara partisipatif melalui kombinasi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Dengan metode tersebut, peserta tidak hanya memperoleh informasi secara teoritis, tetapi juga dapat melihat serta mencoba tahapan pengolahan tanaman obat secara langsung. Pendekatan praktis ini diharapkan mempermudah masyarakat dalam mengadopsi teknologi yang diperkenalkan dan menerapkannya setelah program berakhir.
Sebagai bentuk nyata penerapan teknologi tepat guna dan upaya menjamin keberlanjutan program, Tim PKM FK Unisba juga menyerahkan satu unit mesin pengering sederhana kepada pengurus RT dan Kelompok Tani Hurip Barokah. Penyerahan alat ini bertujuan agar masyarakat dapat melanjutkan proses pengeringan tanaman obat secara mandiri setelah kegiatan pelatihan selesai. Mesin tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara bersama oleh anggota kelompok untuk meningkatkan efisiensi pengolahan pascapanen, menjaga mutu bahan baku, mengurangi risiko kerusakan hasil panen, serta menghasilkan bahan tanaman obat kering dengan kualitas yang lebih seragam.


