Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Sebagian hasil tanaman masih dipasarkan dalam bentuk segar sehingga memiliki masa simpan relatif pendek dan rentan mengalami penurunan mutu setelah panen. Di sisi lain, masyarakat masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai hilirisasi tanaman obat, teknik pengolahan pascapanen, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta pengembangan produk menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim PKM Fakultas Kedokteran Unisba menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan tetapi juga menekankan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Program dilaksanakan melalui edukasi mengenai potensi ekonomi tanaman obat, pelatihan pengolahan pascapanen, penerapan teknologi pengeringan sederhana, edukasi mengenai mutu dan keamanan bahan baku, serta penguatan kemampuan kewirausahaan kelompok.


