Langkah berikutnya adalah praktik penyangraian. Hasil relatif lebih baik daripada digoreng dimana gelembung lebih besar dan lebih banyak, sehingga lebih renyah. Hanya saja ketika dicoba untuk dibumbui dengan bubuk bumbu halus yang selama ini sudah tersedia di pasaran dengan menggunakan mesin pengaduk, ternyata bumbu sulit nempel. Hal ini dimungkinkan karena emping sangrai dan bumbu bubuk halus sama sama kering. Keadaan ini justru memberi inspirasi inovasi pembuatan bumbu racikan.
Pada saat pelatihan, muncul ide dari ibu ibu kader PKK Desa Cibeureum Wetan untuk meracik sendiri bumbu yang terbuat dari bahan alami yakni kelapa parut. Uji coba mereka lakukan dan akhirnya bisa diterapkan sebagai bumbu khas emping singkong produksi ibu ibu kader PKK Desa Cibeureum Wetan.
Sementara untuk kemasan, tim PKM membantu mendesign nama, warna, kata-kata, ukuran untuk 100 gram emping singkong matang bersama dengan ibu ibu kader PKK Desa Cibeureum Wetan. Hasilnya sangat bagus, kemasan menarik, nampak sederhana tapi elegan dan informatif. Dengan kekhasan rasa bumbu racik dan kemasan menarik diharapkan dapat menambah nilai tambah dan memperluas pasar. Produk ini lebih sehat karena tidak mengandung minyak, lebih higenis karena kemasan yang lebih aman, lebih renyah dan gurih dengan bumbu alami racikan sendiri.