Hanya saja emping singkong yang beredar saat ini umumnya digoreng dengan minyak goreng, sehingga masih sering nempel minyak di plastik kemasan. Selain itu ketika lama dalam kemasan, kerenyahan menjadi hilang. Pengalaman memasarkan ke masyarakat Indonesia yang ada di Tokyo, emping singkong ini sangat disukai. Namun kemasan yang kurang menarik, toping rasa umum dengan bumbu bubuk yang banyak beredar menjadikan nilai tambah produk ini relatif rendah.
Tim PKM Unisba berinisiasi memberikan pelatihan, fasilitasi dan pendampingan inovasi emping singkong melalui proses sangrai bagi kader PKK Desa Cibeureum Wetan. Langkah awal, tim PKM memperkenalkan bahan pokok emping singkong mentah yang diperoleh dari desa tetangga. Tim merancang dan memfasilitasi pembuatan mesin penyangrai dan pengaduk bumbu. Mesin penyangrai menggunakan bahan bakar gas elpiji dan mesin pengaduk bumbu tanpa bahan bakar. Untuk mesin penyangrai yang menggunakan bahan bakar kayu, tim mempelajari pengalaman pembuat kerupuk melarat di Kabupaten Cirebon.