Follow US: 

Pripos.id
  • Home
  • Berita Nasional
  • Artikel
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Berita Daerah
  • Hiburan dan Gaya Hidup
  • Iptekni
  • More
    • Sosial Politik
    • Manajemen
Reading: Inovasi Teknologi Pengeringan Sederhana: Menyiapkan Bahan Baku Obat Herbal dan Membuka Peluang Ekonomi Petani
Share
Font ResizerAa
Pripos.idPripos.id
Search
Follow US
Made by ThemeRuby using the Foxiz theme. Powered by WordPress
Feature

Inovasi Teknologi Pengeringan Sederhana: Menyiapkan Bahan Baku Obat Herbal dan Membuka Peluang Ekonomi Petani

By Kontributor Prpos 8 Min Read Published October 15, 2026
Share
JAWA BARAT, khususnya Kabupaten Bandung, memiliki potensi sumber daya pertanian yang besar, termasuk berbagai jenis tanaman obat yang telah lama dibudidayakan oleh masyarakat. Jahe, kunyit, kayu manis, dan serai merupakan contoh tanaman obat yang banyak ditanam oleh petani dan dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun ramuan tradisional. Selain mudah dibudidayakan, tanaman tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri obat herbal. Namun, ketersediaan bahan baku tanaman obat yang melimpah belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan petani dalam melakukan pengolahan pascapanen untuk menghasilkan produk yang lebih tahan lama dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Melalui proses pengeringan yang terkendali, tanaman obat segar dapat diolah menjadi simplisia, yaitu bahan alam yang telah dikeringkan dan dapat digunakan sebagai bahan baku pengembangan produk herbal.(foto: komhumas unisba)

Manfaat tersebut tidak diperoleh hanya dengan membuat bahan menjadi kering. Proses yang terlalu panas atau berlangsung terlalu lama dapat mengubah warna, aroma, bahkan sebagian kandungan kimia tanaman. Pada jahe, perhatian perlu diberikan pada komponen aromatik dan gingerol; pada kunyit, kurkuminoid menjadi salah satu kelompok senyawa penting; sementara serai dikenal mengandung komponen minyak atsiri yang dapat peka terhadap pengolahan.  Oleh sebab itu, suhu, durasi, sirkulasi udara, kebersihan, dan karakteristik bahan harus diperhatikan. Tidak ada satu pengaturan pengeringan yang selalu cocok untuk semua tanaman. Prinsip inilah yang perlu dikenalkan kepada petani agar mereka tidak sekadar mampu mengoperasikan alat, tetapi juga memahami alasan ilmiah di balik pengolahan yang baik.

Teknologi pengeringan berbiaya tinggi tersedia di industri tetapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan kelompok tani skala kecil. Inovasi tepat guna justru berangkat dari pertanyaan sederhana: alat seperti apa yang dapat digunakan bersama, mudah dirawat, dan tidak menambah beban biaya secara berlebihan?

Previous Page123456Next Page
Share This Article
Facebook Twitter Email Copy Link Print
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HOT NEWS

Fakultas Dakwah Unisba Perkuat Jejaring Islam lewat Kunjungan Strategis ke Lombok
Delegasi Unisba dalam kunjungan ini melibatkan sejumlah pimpinan fakultas, termasuk Wakil Dekan I Muhammad Fauzi Arif, S.Sos.I., M.I.Kom., Wakil Dekan II Dr. Nia Kurniati, Dra., M.Si., Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Malki Ahmad Nasir, S.Ag., M.Irk., Ph.D., serta jajaran Badan Penjaminan Mutu.(foto: komhumas unisba)

Fakultas Dakwah Unisba Perkuat Jejaring Islam lewat Kunjungan Strategis ke Lombok

KOTA BANDUNG, PRIPOS.ID – Dalam semangat memperluas kolaborasi dan memperkuat sinergi antarperguruan tinggi Islam, Fakultas…

June 2, 2025
FK Unisba Buka Open House USM Gelombang 2 TA 2025/2026, Teguhkan Komitmen Akademik dan Spirit Islam
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) menggelar kegiatan Open House untuk jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) melalui Ujian Saringan Masuk (USM) Gelombang 2 Tahun Akademik 2025/2026.(foto: komhumas unisba)

FK Unisba Buka Open House USM Gelombang 2 TA 2025/2026, Teguhkan Komitmen Akademik dan Spirit Islam

KOTA BANDUNG, PRIPOS.ID — Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) menggelar kegiatan Open House untuk…

June 2, 2025
Peluncuran Berita Pilihan Google melibatkan 34 penerbit nasional dan lokal. Lewat program ini, pembaca disuguhi konten berita yang telah dikurasi dan dilisensikan secara resmi, yang langsung diarahkan ke situs masing-masing media. Sebagai bagian dari kemitraan, Google memberikan kompensasi kepada para penerbit guna menunjang keberlanjutan produksi berita mereka.(foto: ist)

AMSI Sambut Hangat Google News Showcase, Serukan Platform Digital Lain Segera Ikut Ambil Peran

JAKARTA, PRIPOS.ID — Langkah Google meluncurkan News Showcase atau Berita Pilihan di Indonesia pada Rabu…

June 2, 2025

BACA JUGA

Mini Expo Jaya 2025: Merayakan Inovasi Mahasiswa, Menghidupkan Semangat Kolaborasi dan Keberlanjutan

MENGINJAK tahun ketiganya, Mini Expo Jaya 2025 yang diselenggarakan oleh Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada Rabu…

Feature
June 18, 2025

Sosialisasi Langkah Holistik Upaya Pencegahan Stunting

Oleh: Dr. Yani Triyani, dr., SpPK., M.Kes (Dosen FK Unisba) KONDISI kesehatan masyarakat di Desa Patrolsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung,…

Feature
July 28, 2026

Edukasi dan Pendampingan Masyarakat dalam Memilih Skincare Anti-Aging yang Aman

Oleh Dr. Deis Hikmawati, dr., SpKK., MKes., FINSDV KADER Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan dasar bagi anggota masyarakat setempat,…

Feature
July 21, 2026

Unisba Lahirkan Wisudawan Terbaik dengan IPK Hampir Sempurna dan Wisudawan Tercepat Lulus Kurang dari 3 Tahun

UNIVERSITAS Islam Bandung (Unisba) kembali mencetak lulusan berprestasi pada Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2024/2025 yang digelar di Aula Utama…

Feature
August 24, 2025

Follow US: 

Copyright ©Pripos.id 2024 – Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

  • Tentang Kami
  • Disklaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami
Reading: Inovasi Teknologi Pengeringan Sederhana: Menyiapkan Bahan Baku Obat Herbal dan Membuka Peluang Ekonomi Petani
Share
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?