Bachtiar Adnan Kusuma, menilai Ponpes Al-Ikhlas adalah Ponpes percontohan Literasi Santri berbasis dari Diksi ke Aksi.
Dalam kesempatan itu, Bachtiar Adnan Kusuma menyampaikan ceramah literasi di hadapan 125 santri dan puluhan tenaga pengajar. Ia menekankan pentingnya menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan santri.
“Kita membutuhkan santri yang menguasai ilmu agama, namun juga memiliki kemampuan membaca dan menulis. Contohnya Prof. K.H. Nasaruddin Umar, seorang ulama sekaligus penulis yang karyanya mendunia,” ujar BAK, penerima penghargaan tertinggi Nugra Jasadarma Pustaloka (NJDP) dari Perpustakaan Nasional RI.
BAK menempuh perjalanan sekitar 100 km dari Bandara Bau-Bau menuju Kabupaten Buton, daerah penghasil aspal terbesar di Indonesia, sebelum akhirnya tiba di Ponpes Al-Ikhlas. Kehadirannya menjadi bagian dari rangkaian perjalanan literasi yang dimulai dari Kelurahan Tolandona, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah.



