Sebagai penutup, BAK menggagas lahirnya Duta Baca Santri Ponpes Al-Ikhlas Buton, yang langsung ditetapkan oleh pimpinan pesantren. Gelar perdana ini diberikan kepada Altaf, salah seorang santri Ponpes Al-Ikhlas, sebagai simbol lahirnya generasi santri literat dari Sulawesi Tenggara.
Perayaan Hari Santri Nasional di Ponpes Al-Ikhlas ini tidak hanya menjadi momentum kebangsaan, tetapi juga penguatan tradisi literasi santri yang diharapkan melahirkan ulama-ulama kosmopolit sekaligus penulis yang menginspirasi bangsa. Bukti nyata, guru-guru dan santri yang mengikuti Ceramah Inspiratif Mentor Nasional Bachtiar Adnan Kusuma, melahirkan buku berjudul” Jangan Mati Sebelum Menulis, Antologi Guru dan Santri Ponpes Al-Ikhlas Buton”.
Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H.Mansur, S.Pd.M.A. menganugerahkan penggargaan di Hari Santri Tgl 22 Oktober 2026 kepada Bachtiar Adnan Kusuma sebagai pelopor Gerakan Santri Menulis Provinsi Sulawesi Tenggara.**(RM/PRIPOS.ID)



