“Wastra bukan sekadar seni, tetapi warisan nilai, kreativitas, dan ketekunan. Melalui workshop ini, kami berharap lahir kolaborasi baru antara artisan Indonesia dan Namibia, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi komunitas kreatif lokal,” ujar Dubes Mirza.
Suasana pembukaan di UNAM turut diwarnai apresiasi dari Pemerintah Namibia. Direktur Seni Kementerian Education, Innovation, Youth, Sports, Arts and Culture, M’Kariko Amagulu, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini selaras dengan fokus pemerintah dalam memperkuat sektor kreatif sebagai motor ekonomi baru. Ia menilai workshop ini membuka ruang penting bagi peningkatan keterampilan dan penguatan identitas budaya.
Dari pihak akademisi, Associate Dean School of Humanities, Society and Development, Martha Akawa, menyampaikan bahwa kerja sama Indonesia–Namibia telah berkembang melalui hubungan yang dibangun di ruang belajar.