“Pekerjaan kita tidak hanya mendapat kesempatan bekerja di luar negeri, tetapi juga memperoleh keterampilan yang berharga untuk karir mereka di masa depan,” tambahnya.
HR Forum ini juga membahas empat langkah utama: penyebaran informasi pekerjaan di Jepang, membangun platform diskusi antara kedua negara, pendidikan bahasa Jepang, dan pelatihan keterampilan. Menurut Ida, kesuksesan kerja sama ini akan sangat bergantung pada kualitas pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada Pekerja Migran Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, yang menutup acara tersebut, menyoroti pentingnya memastikan pasokan dan permintaan tenaga kerja yang cocok antara kedua negara, serta memperkuat hak-hak pekerja di lima sektor utama: perawatan, investasi, otomotif, industri baru, dan kerja sama antar pemerintah daerah. “Forum ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat kerja sama masa depan,” kata Anwar.