Budiman menjelaskan, selama stase klinik, mahasiswa mempelajari 736 jenis penyakit, termasuk 144 penyakit pada level kompetensi 4. Selain itu, mereka juga mempelajari 614 keterampilan klinis, dengan 450 keterampilan di antaranya berada pada level 4A dan 4B. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan untuk menjalankan praktik sebagai dokter umum, khususnya di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Setelah menyelesaikan seluruh rotasi klinik, mahasiswa mengikuti kegiatan pascarotasi berupa pelatihan Hiperkes dan Kesehatan Kerja serta Pesantren Calon Dokter. Tahapan pendidikan kemudian ditutup dengan Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter (UKNPDPD) yang terdiri atas ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan Computer Based Test (CBT).
Seluruh dokter baru yang mengikuti sumpah telah dinyatakan lulus kedua ujian tersebut. Pada periode Agustus lalu, capaian nilai tertinggi tercatat sebesar 82,00 untuk CBT dan 82,06 untuk OSCE. Sementara itu, rata-rata IPK lulusan mencapai 3,46 dengan IPK tertinggi sebesar 3,66.


