“Dengan telah dinyatakan lulus pada Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter sebagai exit exam, mahasiswa tersebut telah dinyatakan lulus pada yudisium kepaniteraan klinik atau yudisium dokter pada 25 September lalu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini FK Unisba telah meluluskan sebanyak 2.118 dokter sejak 2010. Budiman berharap para dokter baru dapat terus belajar sepanjang hayat serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh untuk kemaslahatan umat.
Pengukuhan Identitas Profesional
Sementara itu, Dekan FK Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., M.M., menegaskan bahwa sumpah dokter bukan sekadar seremoni, melainkan pengukuhan identitas profesional sekaligus amanah yang harus dipertanggungjawabkan sepanjang menjalankan profesi.
Menurutnya, gelar dokter tidak hanya menjadi simbol kompetensi akademik tetapi juga mencerminkan integritas, empati, dan komitmen terhadap kemanusiaan. Karena itu, ia berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga kerendahan hati dan tidak menjadikan pencapaian akademik sebagai alasan untuk bersikap sombong.


