Menurut Helmi, isu LGBT memiliki dimensi yang luas sehingga tidak cukup dikaji dari satu bidang ilmu. Agama, hukum syariah, psikologi, kesehatan, dan kehidupan sosial perlu ditempatkan dalam pembahasan yang saling berkaitan.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Unisba sebagai kampus berdampak, yakni perguruan tinggi yang tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik tetapi juga menghadirkan kontribusi keilmuan dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dari perspektif kesehatan jiwa, materi disampaikan dr. Ayu Prasetia, Sp.KJ., M.M.R.S., dokter spesialis kedokteran jiwa sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Unisba. Ia membahas sejumlah aspek yang berkaitan dengan kondisi psikologis, pengalaman hidup, relasi keluarga, serta faktor sosial yang dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.
Ia juga menekankan pentingnya keluarga menjadi ruang yang aman bagi anak untuk menyampaikan perasaan dan mencari bantuan. Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi yang sehat dengan mengedepankan kehangatan, aturan, komunikasi, dan konsistensi dalam pengasuhan.


