“Untuk kerjasama dengan LSP Unisba kami menggunakan TUK LSP Unisba untuk menyelenggarakan uji kompetensi. Selain itu kami juga biasa melakukan kerjasama pelatihan. Jadi penyelenggaraannya oleh pihak kedua nanti ujikomnya oleh LSP kami karena LSP kan tidak boleh menyelenggarakan pelatihan,” ungkap Hari.
Menurut Hari, sejumlah peserta yang mengikuti asesmen skema Reporter dan Continuity Presenter menunjukkan penguasaan kompetensi yang cukup baik. Bahkan, sebagian peserta diketahui memiliki pengalaman praktis sebagai pekerja di lembaga penyiaran maupun sebagai kreator konten.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi peserta ketika menghadapi proses asesmen. Mereka tidak hanya dituntut memahami materi secara konseptual tetapi juga harus mampu memperlihatkan keterampilan yang relevan dengan bidang pekerjaan masing-masing.
Dalam skema Reporter, misalnya, peserta diuji berdasarkan kompetensi yang berkaitan dengan pekerjaan jurnalistik. Sementara dalam skema Continuity Presenter, kemampuan peserta dinilai dalam konteks pekerjaan penyiaran dan penyajian program. Adapun skema JPRO diarahkan untuk mengukur kompetensi dasar yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan kehumasan.


