“Dalam perjalanan kita sebagai bangsa, tidak ada jalan yang mulus. Namun, setiap rintangan adalah peluang untuk kita berinovasi, belajar, dan memperkuat fondasi kita, ” ujarnya.
Karena itu, Ida Fauziyah menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya
saing, teknologi yang maju, serta ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. “Kita juga harus terus mengupayakan pemerataan pembangunan, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, ” katanya.
Dalam ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menambahkan kemerdekaan sebagai suatu modalitas harus mampu ditransformasikan ke dalam kondisi ekonomi-ketenagakerjaan Indonesia yang berkualitas. Untuk mencapai tujuan tersebut, sejumlah hal telah dicapai seperti terbukanya lapangan kerja untuk 3,02 juta orang pada tahun 2023 dan 3,54 juta orang pada Tahun 2024 (BPS).
Selain itu, menurunnya tingkat pengangguran terbuka dari 5,45 persen pada 2023 menjadi 4,82 persen pada Tahun 2024 dan meningkatnya tingkat setengah pengangguran dari 6,91 persen pada 2023 menjadi 8,52 persen pada Tahun 2024.
