Pengiriman logistik dilakukan menggunakan helikopter dengan empat personel, yakni AKBP Dian Didik Arvianto selaku pilot, IPTU Vidya H. Mangundjaya sebagai copilot, serta Aipda Sanioko dan Bripka Kukuh Wahyu sebagai awak udara. Di tengah hembusan angin kencang serta jarak pandang terbatas, pilot Poludara harus mengambil keputusan cepat untuk memilih satu-satunya titik sempit yang memungkinkan dilakukan dropping.
Masyarakat langsung menghampiri helikopter saat bantuan dijatuhkan. Paket logistik yang berhasil didistribusikan ini selanjutnya akan disalurkan kembali secara bertahap kepada warga terdampak banjir, meski proses pengiriman masih menghadapi berbagai hambatan di lapangan.
“Dengan manuver presisi, helikopter ditahan pada ketinggian rendah. Awak udara bersiaga memastikan paket-paket bantuan jatuh tepat sasaran tanpa membahayakan warga. Keputusan ini penuh risiko, tetapi demi saudara-saudara kita di Aceh Tamiang, langkah berani itu harus diambil. Keselamatan banyak jiwa jauh lebih penting dari apa pun,” tegas Kadivhumas Polri. (Iding/BNN)