Komunitas Lokal: Pilar Kehangatan dan Solidaritas
Salah satu keunikan Mini Expo Jaya adalah keterlibatan komunitas sekitar kampus. Pedagang kaki lima seperti Mang Muis (penjual es potong Sawargi) dan Mang Deni (penjual baso cilok) turut meramaikan acara sejak tahun pertama. Bahkan konsumsi peserta dan panitia dipasok dari kantin lokal seperti Ayam Galak dan Ayam Penyet Brawijaya. Merchandise resmi pun dibuat oleh penjahit rumahan dari spanduk daur ulang acara tahun lalu.
Prinsip keberlanjutan tidak hanya diterapkan dalam ide mahasiswa, tetapi juga pada detail penyelenggaraan acara. Mini Expo Jaya benar-benar merayakan yang “dekat dan nyata”—menghormati pelaku usaha kecil yang kerap terpinggirkan.***