Generasi Muda SMA Tunjukkan Taringnya
Keterlibatan generasi muda tidak berhenti di kalangan mahasiswa. Dua SMA unggulan, SMAN 1 Bandung dan SMA PGII 1 Bandung, turut serta dalam presentasi ide bisnis hasil workshop “Main Bermain Sebelum Mini Expo Jaya.” Mereka membuktikan bahwa semangat berwirausaha dan kepedulian sosial sudah mulai tumbuh sejak bangku sekolah.
Tim Scerenity dari SMA PGII 1 Bandung memukau pengunjung dengan ide lilin aromaterapi dari minyak jelantah, dipadukan dengan aroma lokal seperti melati dan gaharu—menggabungkan unsur spiritualitas dan keberlanjutan. Sementara Endeavor SC dari SMAN 1 Bandung menampilkan dua produk sekaligus: Wrinkleez, spray anti-kusut pakaian yang praktis, serta Aether Watch, tali jam tangan dari kulit jeruk dan pisang—kreatif, inovatif, dan berorientasi solusi lingkungan.

Antusiasme siswa terlihat jelas saat berbagi pengalaman. “Seru banget, meskipun tegang! Tapi saya jadi tahu banyak produk lokal yang keren dan nggak kalah sama brand besar,” ungkap Sal dari SMA PGII 1. Sementara El dari SMAN 1 mengaku kagum dengan inovasi kulit dari jamur yang diperkenalkan oleh MYCL. “Itu bener-bener ide out of the box!”
Rangkaian acara dilengkapi dengan talkshow bertajuk “Bisnis dan Nilai Islam”, yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang industri. Kang Didi Kurniadi, owner Maringopi Café, berbagi pentingnya merespon isu sosial dalam membangun brand yang relevan. Sementara Anggina Santoso, founder dari brand sportwear muslimah Arktiv, menekankan bahwa bisnis bisa menjadi media dakwah yang membumi, asalkan dijalankan dengan niat baik dan ketangguhan.
Talkshow lainnya menghadirkan alumni inspiratif Akuntansi FEB Unisba. Kang Hendy (Teofilo) dan Teh Vina (Yobebee) berbagi perjalanan bisnis yang dimulai dari keresahan pribadi hingga berkembang menjadi solusi nyata di bidang fashion. Format “Ngobrol Langsung” menjadikan sesi ini lebih dekat dan hangat, memungkinkan peserta terlibat langsung tanpa sekat, menciptakan ruang diskusi yang jujur dan reflektif.