Sumatera Barat, PRIPOS ID. — Pemerintah daerah mengecam keras kemunculan kayu gelondongan berukuran raksasa yang terbawa arus banjir di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Batang-batang besar yang melintas deras di tengah luapan air itu membuat suasana kian mencekam dan disebut sebagai sinyal paling nyata bahwa kawasan hulu mengalami kerusakan berat. Para pejabat menyebut peristiwa ini sebagai “alarm bahaya yang selama ini diabaikan.”
Koordinator Lapangan BPBD Sumatera Barat, Adi Prasetya, menegaskan bahwa munculnya gelondongan kayu sebesar itu bukan fenomena alami. Menurutnya, banjir yang membawa batang kayu raksasa adalah bukti telanjang rusaknya hutan di kawasan pegunungan.
“Kalau banjir sudah menyeret kayu sebesar ini, berarti hulu kita sudah rusak parah. Ini bukan sekadar air bah—ini murka alam yang dipicu ulah manusia,” ujarnya di Pos Tanggap Darurat Kecamatan Batipuh, Sabtu (29/11/2025) pukul 16.45 WIB.
