Adi mengisahkan bagaimana timnya menyaksikan arus menghantam jembatan, menggoyangkan rumah warga, hingga hampir membalikkan perahu evakuasi yang mereka tumpangi. Ia menggambarkan situasi itu sebagai “medan bencana yang dalam sekejap berubah menjadi jalur maut”, memaksa tim penyelamat mengubah jalur evakuasi pada menit terakhir untuk menghindari hantaman gelondongan yang berpotensi mematikan.
Pemerintah memastikan penyelidikan segera dilakukan dan berkomitmen menindak siapa pun yang terbukti merusak kawasan hutan hingga memicu bencana sebesar ini.
“Kalau ada yang menebangi hutan seenaknya sampai membuat warga jadi korban, mereka harus bertanggung jawab sepenuhnya. Ini bukan sekadar pelanggaran—ini bentuk pembiaran terhadap bahaya yang mengancam nyawa,” tegas Adi.
Sementara arus sungai masih terus membawa kayu gelondongan, warga diminta menjauhi bantaran sungai demi keselamatan. Pemerintah menyebut kejadian ini sebagai peringatan keras agar seluruh pihak menghentikan praktik merusak hutan.
“Banjir bisa surut,” kata Adi, “tapi dampaknya akan terus membekas sebagai pengingat bahwa alam selalu menagih balas kepada siapa pun yang merusaknya. (Iding/BNN)