“Indonesia memiliki suara-suara emas yang penuh dengan kejujuran. Melalui Tsuwa Mono, saya ingin mencari mereka yang memiliki jiwa petarung—para ‘Tsuwa Mono’ yang siap untuk kami bimbing menuju kancah internasional,” tutur Koki Ota lewat keterangan resminya di Jakarta, Jum’at, 17 April 2026.
Kompetisi nasional ini akan menjadi perjalanan panjang yang penuh dengan edukasi dan pengalaman berharga bagi para pesertanya. Puncak dari pencarian talenta ini akan diselenggarakan secara megah pada 24 Mei 2026. Pemenang utama tidak hanya akan menjadi wajah baru dari KEI, tetapi juga akan mendapatkan akses langsung untuk melakukan produksi musik dengan standar industri hiburan Jepang.
Misi Budaya dan Kolaborasi Tanpa Batas
Bagi Koki Ota, KEI adalah sebuah rumah kolaborasi. Selain fokus pada kompetisi menyanyi, KEI juga akan bergerak dalam manajemen artis dan produksi konten kreatif yang menggabungkan estetika Jepang dengan semangat modern Indonesia. Hal ini diharapkan mampu menciptakan tren hiburan baru yang segar dan orisinal di Asia Tenggara.
“Tujuan akhir saya bukan hanya membuat sebuah pertunjukan, tetapi membangun persahabatan yang abadi antara Jepang dan Indonesia melalui musik. Saya ingin suara dari Indonesia dapat bergema hingga ke Jepang, dan sebaliknya,” papar Koki Ota.
