Ketua tim pelaksana Dr. Diamonalisa Sofianty, SE (dosen FEB Unisba) menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah kulit singkong ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah organik tetapi juga menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Cimenyan memiliki produksi singkong yang melimpah, namun kulitnya dibuang begitu saja. Kami melihat potensi besar untuk dijadikan produk pangan fungsional yang aman, bernutrisi, dan bernilai jual tinggi. Inovasi ini dapat membantu UMKM meningkatkan diversifikasi produk sekaligus menekan biaya bahan baku,” ujarnya.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan pelatihan mulai dari teknik pembersihan kulit singkong, proses pengeringan dan penggilingan, formulasi produk makanan fungsional, hingga strategi pemasaran. Tim Fakultas Teknik memberikan pendampingan teknis terkait teknologi pengolahan, sedangkan tim FEB fokus pada aspek model bisnis, pengemasan, dan potensi pasar.


