Pelaku UMKM yang hadir menyambut antusias kegiatan ini. Mereka menyatakan bahwa inovasi pemanfaatan limbah ini membuka peluang usaha baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. “Kami biasanya buang kulit singkong, tapi ternyata bisa jadi tepung dan keripik kulit singkong untuk membuat produk yang lebih sehat. Ini membantu kami menambah variasi produk dan meningkatkan nilai jual,” ujar salah seorang peserta.
Program ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut berupa pendampingan berkelanjutan, pembentukan kelompok usaha bersama, serta pengembangan prototipe produk yang siap dipasarkan. Tim juga mendorong UMKM untuk mendaftarkan produk hasil olahan ke legalitas pangan rumah tangga (P-IRT) agar dapat dipasarkan lebih luas.
Melalui inovasi zero waste ini, program PKM Kemendikbudristek diharapkan dapat mendorong penguatan ekonomi lokal, meningkatkan kreativitas masyarakat, serta menciptakan UMKM yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Kecamatan Cimenyan.(askur/png)


