يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.”
Ayat ini berfungsi sebagai penegas bahwa tabayun menghindarkan seseorang dari dosa prasangka buruk. Dalam banyak kasus, fitnah dan konflik bermula dari prasangka yang dibangun atas informasi yang tidak lengkap atau keliru. Oleh karena itu, Islam memerintahkan klarifikasi sebelum memberikan penilaian.
Keadilan dan Verifikasi Informasi
Islam menempatkan keadilan sebagai prinsip utama kehidupan. Tabayun terkait erat dengan perintah untuk berlaku adil, sebagaimana difirmankan Allah dalam Surah An-Nisa’ ayat 58:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ


