Sementara itu, Khambali menjelaskan pentingnya evaluasi ketercapaian CPL dalam kerangka OBE sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu internal. Ia menyampaikan bahwa pendekatan OBE menuntut perguruan tinggi untuk berfokus pada hasil belajar nyata mahasiswa serta melakukan perbaikan berkelanjutan berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran.
Salah satu poin strategis yang dibahas pada lokakarya ini adalah penyusunan RPS berdasarkan pedoman penggunaan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan Fikom Unisba. Pedoman tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pemanfaatan AI secara etis, kritis, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran, penugasan akademik, serta pengembangan kompetensi mahasiswa, sejalan dengan kemajuan teknologi komunikasi dan media digital.
Menurut Wakil Dekan 1 Bidang Belmawa, Dr. Ferry Darmawan, M. DS., integrasi AI dalam RPS harus tetap berpijak pada prinsip akademik dan capaian pembelajaran. “AI dapat menjadi alat bantu pembelajaran yang efektif jika digunakan secara terarah. RPS perlu mengatur batasan, tujuan, serta indikator penilaian yang jelas agar penggunaan AI justru memperkuat kompetensi analitis, kreatif, dan etis mahasiswa,” jelasnya.