Selanjutnya, peserta mengikuti diskusi dalam empat komisi untuk membahas isu-isu strategis kemahasiswaan, antara lain Kebijakan Konversi Nilai dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), Pemilu Raya dan Kewirausahaan Mahasiswa, Kesehatan Mental dan Penanganan Kasus Mahasiswa, serta Kesejahteraan Mahasiswa.
Rangkaian kegiatan rapat kerja ditutup dengan sidang pleno yang merumuskan kesepakatan dan rencana tindak lanjut sebagai acuan penguatan pengelolaan kemahasiswaan Unisba Tahun 2026.
Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara akademik dan kemahasiswaan untuk menghasilkan luaran pembelajaran yang berdampak.
“Kegiatan kemahasiswaan tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus terintegrasi dengan proses akademik agar prestasi mahasiswa benar-benar menjadi bagian dari outcome-based learning. Orientasi kita bukan lagi pada dosen, melainkan pada bagaimana mahasiswa dan alumni Unisba terbentuk secara utuh,” ujarnya.


