Rapat kerja ini juga menyoroti pentingnya penyelarasan program kemahasiswaan dengan indikator SIMKATMAWA, yang menilai perguruan tinggi berdasarkan prestasi mahasiswa, tata kelola, kewirausahaan, serta keberlanjutan program pembinaan.
Melalui forum ini, diharapkan teridentifikasi berbagai hambatan dan peluang penguatan program kemahasiswaan di tingkat fakultas, termasuk kebijakan konversi kegiatan non-SKS, penguatan kewirausahaan mahasiswa, sistem penanganan kasus mahasiswa yang terpadu, serta strategi peningkatan kesejahteraan mahasiswa.
Asnita juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terbuka terhadap perubahan dan berani berinovasi.
“Jangan takut melakukan perubahan. Dengan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk meningkatkan soft skill dan hard skill, insya Allah ini akan menjadi wajah baru Unisba yang lebih adaptif dan berdaya saing,” tuturnya.


