Dalam keterangannya, Muthi mengungkapkan rasa syukur dan bahagia dapat membawa nama Unisba hingga mencapai PIMNAS, bahkan meraih medali emas yang dianggap sebagai “pecah telur” bagi kampus. Ia bercerita bahwa perjalanan menuju PIMNAS penuh dengan proses bertumbuh, mengajarkan kesabaran, manajemen waktu, serta pengorbanan. Muthi mengaku harus mengurangi fokus pada aktivitas UKM-nya, Green and Clean, meskipun mendapat dukungan penuh dari rekan-rekan di UKM tersebut. Tantangan juga muncul dari dinamika kerja tim, terutama karena perbedaan karakter. Mereka mengatasinya melalui pendekatan personal dan memberi ruang istirahat agar seluruh anggota tim terhindar dari burnout.
Muthi sempat merasa insecure ketika melihat tim-tim dari Medan dan Padang saat berada di bandara, namun perasaan itu berubah menjadi motivasi karena ia sadar bahwa semua peserta memiliki perjuangan yang sama.


