Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa perpindahan dari energi fosil ke energi bersih bukan sekadar target lingkungan, melainkan soal kedaulatan bangsa. Di tengah situasi dunia yang tak menentu, ketergantungan pada bahan bakar impor justru melemahkan negara — dan di sinilah peran energi terbarukan menjadi sangat strategis.
“Konversi energi fosil ke energi bersih bukan hanya menuju netralitas karbon, tetapi untuk meninggalkan warisan bumi yang lebih baik bagi anak cucu kita,” tegas Bahlil. Ia juga mendorong agar panas bumi tak hanya dijadikan pembangkit listrik, tetapi dikembangkan secara luas untuk industri, pertanian, dan berbagai kegiatan produktif lain agar manfaatnya berlipat ganda bagi rakyat. (Iding)***


