Kabupaten Bandung menyimpan kekayaan alam yang tak ternilai: potensi energi panas bumi mencapai sekitar 2.711 megawatt, tersebar di kawasan Kamojang, Wayang Windu, Darajat, Patuha, hingga Cibuni. Angka tersebut menempatkan daerah ini sebagai salah satu lumbung energi terbarukan terbesar di Jawa Barat, bahkan di Indonesia. Sebagian telah dimanfaatkan untuk kelistrikan, namun sebagian besar masih menanti sentuhan pengembangan yang tepat.
Kawasan Kamojang pun memiliki tempat istimewa dalam sejarah energi nasional. Di sanalah, pada tahun 1926, pengeboran sumur panas bumi pertama di Indonesia dimulai — sebuah tonggak sejarah yang kini genap berusia satu abad. Semangat yang dibangun sejak masa itu terus mengalir hingga hari ini, menjadikan Kamojang simbol keberhasilan dan sekaligus harapan bagi pengembangan energi panas bumi di tanah air.
Potensi besar tak hanya terpaku di satu titik. Wayang Windu di Pangalengan, Darajat, serta Patuha di kawasan Ciwidey dan Pasirjambu juga menyimpan cadangan energi yang melimpah. PLTP Patuha, yang telah beroperasi sejak 2014, menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan energi panas bumi dapat berjalan stabil, bersih, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.


