Selain menanam komoditas pertanian seperti sayuran, warga Karya Mukti juga membudidayakan berbagai tanaman herbal, seperti serai (Cymbopogon citratus), jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum), dan kayu manis (Cinnamomum verum)—tiga tanaman yang memiliki potensi besar sebagai bahan obat alami. Tanaman lain seperti daun sirih (Piper betle), kunyit (Curcuma longa), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), dan lengkuas (Alpinia galanga) juga banyak ditemukan tetapi belum dikembangkan menjadi produk kesehatan bernilai tinggi. Tanaman ini kaya senyawa antioksidan, seperti flavonoid dan fenolik yang dapat melindungi kulit dari kerusakan radikal bebas, serta senyawa antibakteri alami yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi kulit.
Melihat kondisi tersebut, Fakultas Kedokteran Unisba melaksanakan hilirisasi hasil penelitian melalui pelatihan pembuatan sabun herbal berbasis tanaman obat lokal, agar potensi tanaman pekarangan yang melimpah ini dapat memberikan nilai tambah bagi kesehatan dan ekonomi warga.


