Ketua Panitia, Dr. dr. Wida Purbaningsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan 24 program studi dari berbagai wilayah Indonesia yang tergabung dalam KIBI.
“TB bukan penyakit aib dan dapat disembuhkan. Pemeriksaan dan pengobatannya juga tersedia secara gratis. Karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ketua KIBI, Prof. Dr. rer. Nat. Dra. Asmarinah, M.S., menjelaskan bahwa ilmu biomedik merupakan ilmu dasar kedokteran yang mendukung pengembangan vaksin, obat-obatan, serta deteksi dini berbagai penyakit.
Ia menyebutkan bahwa KIBI yang kini berusia 10 tahun telah berkembang menjadi konsorsium yang menaungi 38 program studi dari 26 universitas di Indonesia, terdiri dari program sarjana, magister, dan doktoral ilmu biomedik maupun kedokteran.
“Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan tanggung jawab kami sebagai insan akademik agar ilmu yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.


