Apalagi, lanjutnya, Kemnaker baru saja mengundang Gubernur Prefektur Miyagi, Jepang, Yoshihiro Murai. Kedatangan gubernur tersebut untuk merekrut tenaga kerja di berbagai, seperti sektor pertanian dan hospitality.
Setelah proses pelatihan, Kemnaker mengupayakan agar para tenaga kerja dapat ditempatkan di pasar kerja yang sesuai. “Setelah dilatih, kami tempatkan dan arahkan mereka untuk bekerja, baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu, kami telah mendirikan pusat pasar kerja yang berfungsi mempertemukan antara kebutuhan (demand) dan ketersediaan (supply) tenaga kerja,” jelasnya.
Melalui pusat pasar kerja ini, para pencari kerja dapat mengakses informasi terkait lowongan pekerjaan, sementara perusahaan dapat melihat ketersediaan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, Kemnaker juga telah mengembangkan sistem BizHub, yaitu layanan yang membantu tenaga kerja mandiri dalam mengembangkan usahanya.