“Tantangan promosi kesehatan bukan hanya membuat masyarakat tahu apa yang sehat, tetapi membantu agar pilihan sehat lebih mudah dilakukan. Hasil 14 hari ini memberi sinyal awal yang menarik, bahwa pendekatan ilmu perilaku dapat diterapkan secara sederhana di tingkat komunitas. Yang lebih penting, banyak warga mengatakan ingin tetap menjalankan kebiasaan tersebut meskipun program dan insentif telah selesai,” ujar Ketua Tim, dr. Hilmi Sulaiman Rathomi, SpKKLP, MKM, Ph.D.
Peserta juga menilai berbagai perangkat yang digunakan selama program, mulai dari piring dengan penanda waktu makan, penutup mata, tantangan foto langit pagi, hingga kartu deposit sembako, bermanfaat dalam membantu menjalankan kebiasaan baru. Sejumlah warga secara subjektif melaporkan tubuh terasa lebih ringan, lebih fokus, suasana hati lebih baik, tidur lebih nyenyak, buang air besar lebih lancar, serta berbagai perubahan positif lainnya.


