Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unisba yang diketuai Firmansyah, dengan anggota Prof. Septiawan Santana Kurnia, Ahmad Fadhli, Betha Dwi Octaviani, Ridfiadzi Aldreka, dan Khalifia Rahma Nidya.
Ketua tim peneliti dari Fikom Unisba, Firmansyah mengatakan, penelitian dilakukan dengan berlandaskan asumsi bahwa banyak orang tua yang salah kaprah dan menilai kental manis adalah bagian dari susu pertumbuhan. Padahal kental manis memiliki kandungan gizi yang rendah dan lebih banyak mengandung gula sehingga tidak tepat untuk masa pertumbuhan.
“Hal ini menimbulkan pertanyaan sejauhmana masyarakat memahami kandungan gizi pada produk kental manis. Di sisi lain, Indonesia merupakan negara dengan tantangan gizi anak yang kompleks, dari masalah stunting, wasting hingga meningkatnya risiko penyakit tidak menular sejak usia dini,” jelas Firmansyah.


