Di sisi lain, dokter spesialis anak Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, dr. Viramitha Kusnandi Rusmil, M.Kes., Sp.A., Subsp.NPM(K), menegaskan susu kental manis tidak dapat dijadikan sumber nutrisi utama bagi anak. Produk tersebut didominasi kandungan gula, sementara kandungan protein dan zat gizinya tidak memadai untuk mendukung kebutuhan tumbuh kembang.
“Untuk anak usia 1 sampai 3 tahun seharusnya menggunakan susu pertumbuhan atau sumber nutrisi lain yang sesuai. Susu kental manis memiliki kandungan gula yang tinggi tetapi kandungan protein dan mikronutriennya sangat rendah,” kata Viramitha.
Menurut Viramitha, kondisi ini perlu menjadi perhatian karena sebagian besar anak yang mengonsumsi kental manis berada pada rentang usia 1–3 tahun, yakni periode emas pertumbuhan. Pada fase tersebut, anak membutuhkan asupan protein, vitamin, dan mineral yang cukup untuk menunjang pertumbuhan tinggi badan, pembentukan otot, perkembangan organ tubuh, hingga perkembangan otak.


