“Syukuran Lembur mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan alam. Alam tidak untuk dieksploitasi tetapi dijaga dan dirawat bersama. Jika masyarakat adat kuat maka upaya perlindungan lingkungan juga akan semakin kokoh,” ujar Buky.
Ia menambahkan, DPRD Jawa Barat mendorong kebijakan pembangunan yang tetap berpijak pada kelestarian alam dan partisipasi aktif masyarakat, termasuk komunitas adat.
Penasihat kegiatan, Trisna, menyampaikan bahwa Syukuran Lembur Adat merupakan momentum penting untuk mempererat persatuan dan semangat gotong royong warga.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial tetapi ruang kebersamaan yang menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur dan keharmonisan sosial,” katanya.
Sementara itu, praktisi dan pemerhati pendidikan Entang Rukman, S.Pd, , menilai Syukuran Lembur memiliki nilai edukatif yang kuat bagi generasi muda.
“Anak-anak belajar langsung tentang rasa syukur, kepedulian sosial, serta tanggung jawab menjaga budaya dan lingkungan. Ini pendidikan karakter yang nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.


