Selain ritual adat, kegiatan ini juga diramaikan dengan bazar warga dan pertunjukan seni tradisional. Bazar tersebut menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus ajang promosi produk lokal.
Salah satu peserta bazar, Rummi, mengaku bersyukur dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, acara ini membantu kami pelaku usaha kecil. Dagangan lebih dikenal dan suasananya terasa kekeluargaan,” tuturnya.
Hingga sore hari, rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan antusias dari warga. Melalui Syukuran Lembur Adat ke-19 ini, masyarakat Pasanggrahan berharap nilai-nilai kearifan lokal terus terjaga, kepedulian terhadap alam semakin meningkat, serta budaya Sunda tetap lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.(r mur/bnn)